01 November 2008

this morning's breakfast? durian :)

Jadi ceritanya, sudah beberapa bulan belakangan ini saya tinggal di rumah kos yang rimbun pisan. Rencananya ih, cuma sementara saja, karena ada hal-hal yang menyebabkan saya kurang merasa nyaman tinggal di sini. Salah satunya ya, karena saking rimbunnya ini, jadi terkesan syerem. Satu lagi, tempat ko saya elalu on time, mengunci gerbang 'ceklek' di jam 9 malam. Duh, jadi berasa anak SMA nggak sih... Ya, ini sebenarnya alasan utama saya pengen buru-buru hengkang dari kos tersebut.
Cuma, awal-awal musim hujan kali ini, baru saya sadar, ternyata ada banyak hal yang lumayan bisa dimanfaatkan di tempat kos saya. Diantaranya...hasil bumi, hehe
Pohon-pohon rimbun yang mengelilingi kamar saya mulai berbunga, dan tak lama kemudian, berbuah tentu saja. Dan sepasang suami-istri muda pemilik kos tampaknya tak terlalu peduli dengan hasil panen kebunnya. Akhirnya, kami, anak-anak kos inilah yang menikmati. Sampai akhirnya bosan sendiri. Banyak banget tuh, setiap pagi nemu mangga jatuh. Nggak cuma satu dua, tapi puluhan secara pohonnya juga beberapa. Dan buah-buah jatuh ini tak ada yang mau mengambil ampai akhirnya membusuk dan menyatu dengan tanah.
Kalau cuma mangga sih, bia ketemu di mana saja, dan harganya juga relatif murah. Tapi yang paling ditunggu-tunggu adalah sebatang pohon durian yang hanya berjarak tiga meter dari pintu kamar saya. Duarian, bagi saya adalah buah kontroversial. Jumlah orang yang suka kira-kira sebanding dengan orang yang tidak menyukainya. Dan buat yang suka, pasti akan sukaaa banget, karena buah ini jarang ada, dan kalaupun ada, harganya lumayan mahal. Sementara itu, yang nggak suka juga bener-bener nggak suka. Jangankan makan, deket-deket aja nggak mau, kan?
Yup, pohon durian di kos saya ini sejak lima hari lalu selalu menjatuhkan buah-buahnya yang mulai matang. Enam atau tujuh buah setiap harinya. Dan bahkan setelah dibagi-bagi ke semua penghuni kos, kok sepertinya nggak habis-habis ya? Belum satu habis dimakan, sudah jatuh yang lainnya lagi. Apalagi secara, kamar saya yang paling deket dengan pohonnya, begitu ada bunyi gedebug, sayalah yang paling dulu sampai TKP. Pilih-pilih yang paling gedhe lalu disembunyiin di kamar, terus yang lainnya, ditaruh di depan kamar, terserah saja mau diambil siapa.
Tapi sesuai dengan prinsip ekonomi, begitu persediaan melimpah, kok kenikmatan memiliki semakin berkurang ya? Perut ini sudah panas rasanya mengkonsumsi durian etiap hari. Nah, ekarang saya mau bertanya sama temen-temen semua, elain dimakan begitu saja, durian bisa dibuat apa sih?

7 comments:

seno said...

pagi2 makan duren? apa g atit peyut.... Pertamax nih

kennisa said...

sudah mulai terbiasa, hahaha...
enak lho! kepingin, kepingin?

Erik said...

Wah banyak... selain dimakan langsung, bisa dibuat :

1. dodol/lempok
2. ditambahkan ke kolak
3. daitambahkan ke es krim
4. pepes ikan dengan bumbuk durian (di palembang namanya tempoyak)
5. Permen rasa durian
6. Sirup durian

Keenan said...

enak juga tempat kostnya

arya said...

duren......................apa ken....???????

tisafitrira said...

ken, masih ada ga? kirim ke mbokjamu dong
hehehe

Anonymous said...

untung dapet durian runtuh..bukan keruntuhan durian..