10 November 2008

tentang perasaan

Kadang sebagian dari kita enggan untuk keluar dari 'cap'.
Misalnya, ketika kita dicap cemburuan, maka setiap ada stranger dikiiit aja, bawaannya pengen curiga, biarpun yang di dalam hati sebenernya adem ayem saja, nggak ada perasaan terancam sedikitpun. Dan kita bertingkah seolah 'cap' yang menempel pada kita itu adalah sesuatu yang niscaya, sehingga mau tak mau kita terpaksa terima.

Juga ketika sedang marah.
Banyak di antara kita yang lebih senang mengatas-anginkan ego sehingga luapan itu bisa keluar bebas hambatan, tanpa kita sadari barangkali ada yang akan terluka karenanya. Biarpun itu orang yang sangat kita sayang.

Tapi diantara semua perasaan tak enak, buat saya yang paling tak mengenakkan adalah rasa bersalah. Bagi sebagian besar orang lain barangkali adalah amarah, hanya aja tak banyak yang menyadarinya.

4 comments:

seno said...

Ya hati2 dengan perasaan bersalah. ada orang yang merasa bersalah, trus orang tersebut terus menyalahkan diri, dan lari ke tempat2 negatif. wah tadinya mo komen panjang nih, ada tamu. Salam aja.

Erik said...

Hati hati dengan prasangka buruk. Perasaan ini yang menurut saya paling berbahaya.

Istantina said...

Halow buwk.. Lg melow ya?

Anonymous said...

kalo kita tdk pernah salah, bgmn kita tahu hal lain yg disebut benar dan baik?
jadi tdk ada yg salah dgn hal ituw