19 April 2008

finding the right one

Kenapa saya menulis mengenai ini? Karena memang rasanya tidak pernah bosan mengulik problem yang satu ini, apalagi dengan sesama perempuan lajang. Mau itu sambil makan siang, ngopi atau sekedar curhatan sebelum bobok.

Atau di pagi hari, di acara curhat sebuah radio. Baru saja, mistery guest saya bercerita tentang keraguannya pada pasangan, apa iya orang seperti dia yang nanti akan saya jadikan imam? Awalnya saya agak kecewa dengan topik curhatan yang menurut saya kurang seru, apalagi si MG ini sudah mendaftarkan diri untuk curhat sejak seminggu lalu. Saya pikir dia akan menceritakan sesuatu yang bombastis semisal perselingkuhan atau seks premarital. Tapi setelah mendengar ceritanya yang mengalir mengenai keraguan-keraguan, perbedaan karakter, saya jadi setengah ingin tertawa, setengahnya lagi membenarkan.

Bukankah itu yang kita lihat setiap harinya? Bukankah itu yang kita alami setiap hari? Kita rasakan setiap hari? Kita dan pasangan kita. Bagaimana karakter yang beda akhirnya tidak saling berbenturan. Dan meskipun kita mengerti benar bahwa secara karakter kita dan pasangan tidak cocok, tapi kita juga mengerti bahwa perasaan sayang akhirnyalah yang merekatkan kembali ketidak sesuaian itu.

Membaca opini-opini yang dikirimkan lewat SMS, atau mendengar langsung cerita dari orang-orang melalui telpon, membuat perasaan saya meluap-luap penuh haru. Teringat pertanyaan saya yang di jawab sama mbak Wulan di Wates tadi. Pertanyaan yang sebenarnya saya sudah tahu jawabannya.

Tidak ada orang yang TEPAT bagi kita. Yang ada adalah USAHA kita untuk membuat orang yang kita sayangi menjadi tepat bagi kita.

Menerima dan mengalah, menjadi pendengar, bukankah itu satu bentuk usaha juga? Dan itu tak pernah mudah.

Banyak...banyak sekali yang saya dapatkan dari acara bincang-bincang kali ini. Dan terhitung untuk yang kesekian kalinya saya menangis di acara ini. Haha...dasar mellow!

5 comments:

Anonymous said...

Hmmmh..pertanyaannya..apakah Anda juga merasa telah menjadi orang yang "tepat" bagi dia? :P

PENA BIRU said...

Cobaan paling berbahaya dari sebuah hubungan adalah ketika masing - masing dari pasangan sering merasa tidak tepat satu sama lain..

Sungguh, sebuah bahtera suatu saat akan menemui goncangan badai di tengah samudra, di mana perlu perjuangan hebat untuk bisa berhasil mengendalikannya..

kennisa said...

Apakah saya orang yang "tepat" bagi dia? Hmmmh...apakah masih perlu dijawab lagi?
let us know who you are, anonymous!

Anonymous said...

HWKKKKKKKK...!!!

kennisa said...

Hahahahahhhh I know you!!!